CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Sabtu, 11 Oktober 2008

PRONOMINA_GILANG NUGRAHA

PRONOMINA

Batasan dan ciri Pronomina

 Pronomina adalah kata yang dipakai untuk mengacu pada kata lain.
 Fungsinya : Pronomina menduduki posisi yang umumnya diduduki oleh nomina, seperti subjek, objek, dan-dalam maacm kalimat tertentu-juga predikat
 Ciri lain pronomina : acuannya dapat berpindah-pindah karena bergantung pada siapa yang menjadi pembicara/penulis, siapa yang menjadi pendengar/pembaca, atau siapa/apa yang dibicarakan.
 Macam-macan Pronomina :
1. Pronomina Persona
2. Pronomina Penunjuk
3. Pronomina Penanya

Macam-Macam Pronomina

1. Pronomina Persona

 Pronomina Persona adalah pronomina yang dipakai untuk mengacu pada orang
 Acuannya : 1. Pada diri sendiri (pronomina persona pertama)
2. Pada orang yang diajak bicara ( pronomina persona kedua)
3. Pada orang yang dibicarakan (pronomina persona ketiga)

Persona Makna
Tunggal Jamak
Natral Ekslusif Inklusif
Pertama Saya, aku, ku-, -ku kami kita
Kedua Engkau, kamu, anda, dikau, kau-, -mu Kalian, kamu sekalian, anda sekalian
Ketiga Ia, dia, beliau,
-nya mereka

Bagan : Pronomina

A. Pronomina Persona Pertama

 Pronomina Persona Pertama : saya, aku, ku-, -ku, kami dan kita
 Kami bersifat inklusif artinya pronomina itu mencangkup pembicara/penulis dan orang lain di pihaknya, tetapi tidak mencangkup orang lain di pihak pendengar/ pembaca.
Contoh : Kami akan berangkat ke Kampus hari ini

Kita bersifat inklusif artinya pronomina itu tidak saja mencangkupi pembicara/penulis, tetapi juga pendengar/pembaca, dan mungkin pula pihak lain
Contoh : Kita akan berangkat ke Kampus hari ini

B. Pronomina Persona Kedua

 Pronomina Persona Kedua : engkau, kamu, anda, dikau, kau- dan –mu
 Kaidah pemakainnya
a. engkau, kamu, dan –mu dipakai oleh :
1. orang tua terhadap orang muda yang telah dikenal baik dan lama
Contoh : Pukul berapa kamu ke Kampus, Nak?
2. orang yang status sosialnya lebih tinggi
Contoh : Apakah hasil rapat kemarin sudah kamu ketik, Lisa?
3. orang yang mempunyai hubungan akrab, tanpa memandang umur atau sosial
Contoh : kapan kerbaumu akan kamu carikan rumput?
b. anda dimaksudkan untuk menetralkan hubungan, dipakai dalam:
1. hubungan yang tak pribadi
Contoh : Pakailah sabun ini, kulit anda akan bersih
2. hubungan bersemuka, tetapi pembicara tidak ingin bersikap terlalu formal atau terlalu akrab
Contoh : anda sekarang tinggal di mana?
c. seperti halnya daku, dikau juga dipakai dalam ragam bahasa tertentu, khhususnya ragam sastra
Contoh : Percayalah, dikaulah yang menjadi tambatan hatiku
 Persona Kedua mempunyai bentuk jamak, yaitu :
1. kalian
2. persona kedua ditambah dengan kata sekalian
Contoh : Hal ini terserah anda sekalian
 Persona kedua memiliki variasi bentuk hanyalah engkau dan kamu. Bentuk terikat itu masing-masing adalah kau- dan –mu

C. Pronomina Persona ketiga

 Macam persona ketiga : (1) Ia, dia atau –nya (2) beliau
 Meskipun ia dan dia dalam banyak hal berfungsi sama, ada kendala tertentu yang dimiliki masing-masing. Dalam posisi sebagai subjek,atau di depan verba, ia dan dia sama-sama dipakai. Akan tetapi, jika befungsi sebagai objek, atau terletak di sebelah kanan dari yang diterangkan, hanya bentuk dia dan –nya yang dapat muncul. Demikian juga dalam kaitanya dengan preposisi, dia dan –nya dapat dipakai
 Kaidah pemakaianya :
a. beliau menyatakan rasa hormat
contoh : Saya rasa beliau akan menerima usulan ini
b. –nya dipakai untuk
1. mengubah kategori suatu verba menjadi nominal
contoh : datangnya kapan?
2. subjek dalam kalimat topik-komen
contoh : rumah kami atapnya bocor
topik komen
3. sebagai penanda ketakrifan
contoh : Kemarin pak ali membeli mobil.
Bannya baru


 pronomina persona ketiga jamak adalah mereka dipakai untuk:
1. yang bersifat insani
contoh: Mereka akan membawa makanannya sendiri
2. dalam cerita fiksi atau narasi lain, mereka kadang dipakai untuk mengacu pada binatang atau benda yang dianggap bernyawa
contoh: sejak dahulu kucing dan anjing selalu bermusuhan. Tiap kali bertemu mereka selalu berkelahi

2. Pronomina Penunjuk

 Pronomina Penunujuk ada 3 macam: 1. Pronomina Penunjuk umum
2. pronomina penunjuk tempat
3. pronomina penunjuk ihwal
 Macam-macam pronomina penunjuk

1. pronomina penunjuk umum, yaitu: ini, itu dan anu
Kaidah penggunaannya :
a. ini mengacu pada acuan yang dekat dengan penulis/pembicara, pada masa yang akan datang atau pada informasi yang akan disampaikan
contoh: saya ini, masalah ini, rumusan ini
b. anu dipakai bila seseorang tidak dapat mengingat benar kata apa yang harus dipakai, padahal ujaran telah terlanjur dimulai
contoh: Mereka mau anu-mau pinjem kredit di bank
anu kadang-kadang dipakai bila si pembicara tidak mau secara eksplisit mengatakan apa yang dia maksud
contoh: Duduklah dengan baik supaya anumu tidak kelihatan
c. Pronomina penunjuk umum dapat juga mandiri sepenuhnya sebagai nomina, pronomina penunjuk itu dapat brfungsi sebagai subjek atau objek kalimatn dan bahkan dalam kalimat yang berpredikat nomina dapat pula berfungsi sebagai predikat.
Contoh: ini/itu/anu yang menyebabkan penyakit kulit.
Jawaban di ini/itu
2. Pronomina penunjuk tempat, yaitu: sini(dekat), situ(agak jauh), sana(jauh)
Karena menunjuk lokasi, pronomina ini sering digunakan dengan preposisi pengacu arah, di/ke/dari
Contoh: Kita akan bertolak dari sini
Barang-Barangnya ada di situ
Siapa yang mau pergi ke sana?
3. Pronomina penunjuk ihwal, yaitu: begini(dekat), begitu(jauh)
Jauh dan dekatnya bersifat psikologis
Contoh: Dia mengatakan begini
Jangan berbuat begitu lagi









4. Pronomina Penanya

 Pronomina penanya adalah pronomina yang dipakai sebagai pemarkah pertanyaan
 Pronomina Penanya:
1. Siapa (orang), contohnya: Siapa dosen itu?
2. apa (barang), contohnya: apa yang kalian bawa?
3. mana (pilihan), contohnya: Sepedamu yang mana?
4. mengapa, kenapa (sebab), contohnya: mengapa bumi bulat?
5. kapan, bilamana (waktu), contohnya: kapan kamu datang?
6. di mana, ke mana, dari mana (tempat), contohnya: di manakah Rudi?
7. bagaiman (cara), contohnya: bagaimana ikan bernafas?
8. berapa (jumlah atau urutan), contohnya: berapa jari ayam?
 Ditinjau dari bentuknya, sebenarnya hanya ada dua unsur yang mendasari semua kata penanya, yakni apa dan mana. Dua unsur dasar itu kita kembangkan menjadi bentuk lain dengan mengikuti pola berikut.

Ø
Si
Meng-
Ken-
k-n
(ke)ber


+ apa


Apa
Siapa
Mengapa
Kenapa
Kapan
(ke)berapa
Di
Ke
Dari
Bagai
bila + mana Di mana
Ke mana
Dari mana
Bagaimana
bilamana
























DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan., Lavolipa, Hans: Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.2003. Balai Pustaka: Jakarta

0 komentar: